Bantaeng — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bantaeng menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dengan fokus membentuk kepemimpinan organisasi yang berkelanjutan serta menanamkan karakter luhur pada generasi muda.
Kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Mahmud, Desa Lonrong, pada Minggu 19 April 2026. Puluhan pemuda-pemudi LDII dari berbagai Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang se-Kabupaten Bantaeng tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak pagi.
Ketua DPD LDII Bantaeng, Hanafi, S.Pd., M.M hadir langsung sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang menuntut integritas, visi jangka panjang, dan keteladanan akhlak.
“Organisasi akan terus hidup kalau kadernya disiapkan sejak dini. LDK ini jadi kawah candradimuka untuk melatih tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian mengambil keputusan dengan tetap berpegang pada 29 Karakter Luhur,” tegas Hanafi di hadapan peserta.
Materi yang disampaikan mencakup manajemen organisasi, teknik komunikasi dakwah, problem solving, hingga praktik memimpin dan menyusun program kerja. Seluruh sesi dikemas interaktif melalui simulasi, diskusi dan studi kasus yang dekat dengan aktivitas generasi muda.
Selain aspek manajerial, LDK juga menyisipkan pembinaan karakter. Peserta diajak merefleksikan nilai-nilai seperti jujur, amanah, kerja keras, rukun, kompak, dan kerja sama yang baik. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi agar regenerasi kepemimpinan LDII berjalan berkesinambungan.
Ketua Panitia menyebut kegiatan ini merupakan agenda pembinaan generasi penerus LDII Bantaeng. Targetnya, setiap PC dan PAC memiliki stok calon pemimpin yang siap pakai, tangguh secara mental, dan matang secara spiritual.
LDII Bantaeng berharap, lewat LDK ini lahir kader-kader muda yang tidak hanya cakap mengelola organisasi, tetapi juga menjadi teladan di masyarakat. Dengan bekal ilmu kepemimpinan dan karakter luhur, generasi muda diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman dalam bingkai kebangsaan.
